Metode Penerjemahan dalam Bahasa Arab

Table of Contents

Metode penerjemahan dalam bahasa Arab merupakan suatu prosedur yang diterapkan dalam mengalihkan bentuk bahasa pertama ke bentuk bahasa kedua. Pengalihan tersebut dilakukan secara semantis tanpa mengubah maknanya.

Perlu diketahui, menerjemahkan merupakan suatu proses mempelajari leksikon, struktur gramatikal, dan konteks komunikasi sekaligus budaya dari bahasa sumber (BSU). Kemudian, dilakukan pengungkapan kembali maknanya ke bahasa sasaran (BSA).

Pengungkapan kembali makna harus disesuaikan dengan leksikon, struktur gramatikal, dan konteks budaya BSA. Untuk melakukan penerjemahan, seseorang harus memahami seluk beluk BSA yang mencakup kosakata, tata bahasa, dan gaya bahasanya.

Selain itu, seorang penerjemah juga harus menguasai BSA sebagai bahasa kedua, sekaligus konsep dan budayanya, serta memahami konteks teks atau pokok bahasan yang hendak diterjemahkan.

Metode Penerjemahan dalam Bahasa Arab (Diagram V Newmark)

Selain penguasaan BSU dan BSA secara baik, seorang penerjemah juga harus memahami metode penerjemahan yang tepat. Newmark mengategorikan terjemahan menjadi dua, yakni berdasarkan kecenderungannya, yakni sebagai berikut.

  1. Berdasarkan Kecenderungannya Terhadap BSU

Metode penerjemah dalam bahasa Arab yang pertama berdasarkan pada kecenderungan terhadap BSU. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Kata per Kata

Metode penerjemahan dalam bahasa Arab pertama adalah kata per kata. Metode ini merupakan yang terdekat dengan BSU dan sifatnya interliner, yakni dengan meletakkan BSA di bawah versi BSU secara langsung.

Dengan cara ini, setiap kata diterjemahkan berdasarkan makna dasar di dalam kamus tanpa memperhatikan konteks. Hal itu dilakukan guna memahami mekanisme BSU dan menafsirkan teks yang sukar sebagai penerjemahan awal.

  • Harfiah

Dengan metode harfiah, proses menerjemahkan dilakukan pencarian padanan terdekat dalam BSA untuk struktur gramatikal BSU. Sedangkan proses menerjemahkan kosakata atau leksikalnya dilakukan di luar konteks.

  • Setia

Metode penerjemahan dalam bahasa Arab berikutnya adalah setia, yakni berusaha memproduksi kembali makna kontekstual, meskipun masih terikat dengan struktur gramatikal BSU. Strategi ini sedikit lebih bebas daripada secara harfiah.

  • Semantik

Semantik dinilai lebih fleksibel dan luwes dibanding penerjemahan setia yang terikat oleh BSU. Secara semantik, prosesnya lebih memperhitungkan unsur estetika teks sumber dan kreatif dalam batas kewajiban.

Terdapat dua metode penerjemahan dalam bahasa Arab yang bisa dilakukan. Metode tersebut dilakukan menurut kecenderungan bahasa sumber dan sasaran.
  • Berdasarkan Kecenderungannya Terhadap BSA

Setelah memahami metode kecenderungan terhadap BSU, berikut penjelasan mengenai metode terharap BSA:

  1. Saduran

Cara pertama yang bisa diterapkan dalam menerjemahkan adalah saduran yang dinilai paling dekat dan bebas ke BSA. Pada umumnya, cara ini digunakan dalam menerjemahkan drama atau puisi.

Unsur tema, alur, tokoh, dan penokohan biasanya tetap dipertahankan. Akan tetapi, dilakukan peralihan budaya sumber ke budaya sasaran dan ditulis ulang, serta diadaptasikan ke BSA.

  • Bebas

Jenis metode penerjemahan dalam bahasa Arab berikutnya adalah bebas. Tujuannya adalah memproduksi kembali isi pesannya dengan menggunakan kesan keakraban dan ungkapan idiomatik yang tidak terdapat pada versi aslinya.

Di dalam jenis bebas atau free translation ini terdapat penyimpangan nuansa makna yang disebabkan pengutamaan kosakata sehari-hari dan idiom yang tidak terdapat dalam BSU. Namun, tetap bisa digunakan dalam BSA.

  • Idiomatik

Berikutnya ada strategi idiomatik, yakni proses menerjemahkan dengan menggunakan bentuk leksikal dan gramatikal secara natural dari BSA. Strategi ini berupaya menemukan padanan istilah, idiom, dan ungkapan yang ada di BSA.

  • Komunikatif

Terakhir ada komunikatif sebagai salah satu jenis metode penerjemahan. Caranya adalah berupaya menghasilkan kembali makna kontekstual sehingga aspek kebahasaan sekaligus isinya bisa dipahami oleh pembaca secara langsung.

Proses menerjemahkan secara komunikatif dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi. Prinsip tersebut adalah khalayak pembaca dan tujuan penerjemahan. Jadi, proses menerjemahkannya harus sesuai dengan prinsip tersebut.

Penerapan strategi di atas tidak mudah dilakukan. Anda dapat mempercayakan kepada Pusat Penerjemah untuk melakukan penerjemahan berdasarkan metode penerjemahan dalam bahasa Arab dengan menghubungi 0818 0780 9009 via WhatsApp.

Metode Penerjemahan Bahasa Arab  | Methode Penerjemahan Bahasa Arab  | Metode Terjemahan Indonesia Arab  | Metode Terjemahan Arab Indonesia  | Cara Menerjemah Indonesia Arab  | Cara Menerjemah Arab Indonesia  | Bagaimana Menerjemahkan Indonesia Arab  | Bagaimana Menerjemahkan Arab Indonesia  | Solusi Penerjemahan Indonesi Arab  | Solusi Penerjemahan Arab Indonesia  | Cara Mudah Menerjemahkan Arab  | Pusat Penerjemah  | Pusat Penerjemah Arab  | Pusat Penerjemah Bahasa Arab  | Teori Terjemahan Bahasa Arab  | Terori Menerjemah Arab Indonesia  | Teori Menerjemah Indonesi Arab  | Penerjemah Arab Indonesia Tersumpah  | Penerjemah Indonesia Arab Tersumpah  | Penerjemah Arab Indonesia Terdaftar  | Penerjemah Indonesia Arab Terdaftar

error: Content is protected !!