Wafatnya Dr. Mahmoud Faraj Abdulhafiz, Tokoh Terkemuka di Bidang Linguistik, Tata Bahasa, dan Ilmu Qiraat Al-Qur’an
Setelah perjalanan hidup yang penuh dengan kontribusi ilmiah, akademis, sosial, dan budaya, Prof. Dr. Mahmoud Faraj Abdelhafiz telah berpulang dari dunia kita. Beliau telah meniti jalur ilmiah yang luar biasa yang memadukan ilmu bahasa Arab, bacaan Al-Qur’an, kedokteran, dan studi komputer, sehingga menjadi salah satu tokoh terkemuka dalam bidang studi linguistik dan tata bahasa di Mesir dan dunia Arab selama beberapa dekade terakhir. Perjalanannya ditandai oleh keragaman ilmiah dan cakupan akademis yang luas, di mana ia menggabungkan pengajaran di perguruan tinggi, penelitian linguistik, verifikasi ilmiah, partisipasi internasional, serta pembimbingan puluhan tesis ilmiah.
Nama almarhum menonjol di kalangan akademis sebagai seorang cendekiawan ensiklopedis yang memiliki jejak ilmiah yang meluas dari Mesir hingga Arab Saudi dan Indonesia, serta berkontribusi dalam membina generasi peneliti di bidang ilmu bahasa, tata bahasa, fonetik, dan bacaan Al-Qur’an, serta meninggalkan warisan penelitian yang luas dalam studi bahasa dan Al-Qur’an yang hingga kini tetap relevan di universitas-universitas Arab dan pusat-pusat penelitian ilmiah.
Latar Belakang dan Perjalanan Akademis
Prof. Dr. Mahmoud Faraj Abdulhafiz memperoleh gelar Sarjana Bahasa Arab dari Fakultas Sastra Universitas Alexandria pada tahun 1980 M, sebelum melanjutkan perjalanan ilmiahnya di bidang studi bahasa. Ia meraih gelar Magister Ilmu Bahasa pada tahun 1982 M dari Universitas Alexandria melalui tesisnya yang berjudul “Bunyi-bunyi dalam Riwayat Warsh dari Nafi’”.
Pada tahun 1986 M, beliau memperoleh gelar Doktor dalam Ilmu Bahasa dari Fakultas Sastra Universitas Alexandria, Jurusan Bahasa Arab dan Sastra Arab, atas disertasinya yang berjudul “Fenomena Tata Bahasa dalam Bacaan Abu Ja’far al-Madani dari Kitab al-Bahr al-Muhit karya Abu Hayyan al-Andalusi”, sebuah penelitian yang sejak dini mencerminkan minatnya yang mendalam terhadap bacaan-bacaan Al-Qur’an dan studi tata bahasa.
Perjalanan akademisnya tidak berhenti pada ilmu bahasa saja, karena ia kemudian beralih ke studi Al-Qur’an dan memperoleh sertifikat Ijazah Tajwid dari Al-Azhar al-Sharif pada tahun 1983 M, kemudian sertifikat tingkat lanjut dalam bacaan Al-Qur’an pada tahun 1986 M, sebelum akhirnya memperoleh sertifikat spesialisasi dalam bacaan Al-Qur’an dari Institut Bacaan Al-Qur’an Alexandria di Al-Azhar al-Sharif pada tahun 1989 M.
Ia juga menjalani pengalaman ilmiah yang unik dengan menempuh studi kedokteran, sehingga memperoleh gelar Sarjana Kedokteran dan Bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Alexandria pada tahun 1986 M, kemudian terus mengembangkan kompetensi ilmiahnya dengan memperoleh sertifikat ICDL (International Computer Driving Licence) dari UNESCO pada tahun 2002 M.
Perjalanan akademis yang membentang antara Mesir dan dunia Islam
Almarhum memulai karier akademisnya sebagai asisten dosen di Jurusan Bahasa Arab Universitas Alexandria, Kampus Damanhur, pada tahun 1986 M, kemudian diangkat sebagai dosen ilmu bahasa pada tahun 1987 M, sebelum pindah ke Indonesia untuk bekerja di Institut Ilmu-Ilmu Islam dan Arab yang berafiliasi dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Jakarta selama periode 1990 M hingga 1995 M.
Selama berada di Indonesia, beliau turut mengajar ilmu bahasa Arab dan qiraat, serta ditugaskan sebagai dosen tamu di Universitas Islam Negeri “Syarif Hidayatullah” di Jakarta antara tahun 1994 dan 1995, selain menyelenggarakan lokakarya ilmiah di Bangkok dan sejumlah kota di Indonesia seperti Madura, Sulawesi, Yogyakarta, dan Banda Aceh.
Setelah itu, ia kembali ke Universitas Alexandria untuk menduduki beberapa jabatan akademik; ia menjabat sebagai Ketua Jurusan Bahasa Arab di Kampus Damanhur antara tahun 1995 dan 2003, serta menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Sastra bidang Urusan Mahasiswa, Studi Pascasarjana, dan Lingkungan dari tahun 1999 hingga 2003.
Pada tahun 1999, ia memperoleh gelar profesor dalam Ilmu Bahasa, sebelum pindah ke Universitas Umm al-Qura di Arab Saudi sebagai profesor Ilmu Bahasa di Jurusan Bahasa, Tata Bahasa, dan Morfologi selama periode 2003 hingga 2013, di mana ia melanjutkan kegiatan pengajaran, bimbingan ilmiah, dan partisipasinya dalam penelitian.
Kontribusi Ilmiah dan Penelitian yang Luas
Dr. Mahmoud Faraj Abdulhafiz meninggalkan puluhan karya tulis dan penelitian di bidang tata bahasa, fonetik, bacaan Al-Qur’an, semantik, dan bahasa Arab. Di antara karya-karyanya yang paling menonjol adalah buku *Asas al-I’rab* yang diterbitkan pada tahun 1989 M, serta buku *Abu Hayyan dan Metodologinya dalam Bacaan Al-Qur’an* yang diterbitkan di Jakarta pada tahun 1992 M.
Selain itu, beliau juga menerbitkan sejumlah besar karya khusus, di antaranya “Al-Sawabik al-Thabitah fi al-Binyah al-Arabiyah” pada tahun 1993 M, serta “Hukum Integrasi dalam Pemahaman Ucapan” pada tahun 1993 M, “I’rāb Arba’in al-Nawwā’i” pada tahun 1994 M, dan “Bunyi-Bunyi Bahasa Arab dalam Qira’at Al-Qur’an” pada tahun 1995 M.
Karya-karyanya juga mencakup studi fonetik dan struktural, sehingga ia menerbitkan *“Makatib Arab”* pada tahun 1996 M, *“Perbedaan Fonetik dan Pertukaran Konsonan Arab”* pada tahun 1997 M, serta “Hambatan dalam Studi Tata Bahasa” pada tahun 1998 M, dan “Suku Kata Fonetik: Sifat, Klasifikasi, Produksi, dan Persepsinya” pada tahun 1999 M.
Ia juga tertarik pada studi modern dan akuisisi bahasa, sehingga menerbitkan buku *Bahasa dan Pembelajaran Modern* pada tahun 2011 M, serta buku *Akuisisi Bahasa: Studi Fonologi pada Anak* pada tahun yang sama.
Penerjemahan dan Kontribusi Ensiklopedis
Almarhum cendekiawan ini turut serta dalam penyuntingan Ensiklopedia Arab dan Muslim yang diterbitkan oleh Organisasi Arab untuk Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan (ALECSO) yang berafiliasi dengan Liga Negara-Negara Arab di Tunisia, serta menulis riset khusus mengenai bacaan-bacaan Al-Qur’an dan tokoh-tokohnya, seperti Nafi’, Al-Kisa’i, Abu Ja’far Al-Madani, Ya’qub Al-Hadrami, dan Khalaf.
Selain itu, beliau juga menekuni bidang terjemahan ilmiah, sehingga menerbitkan buku “Teks-teks Linguistik” pada tahun 1995 M, kemudian menerjemahkan buku “Pengetahuan tentang Bahasa” karya George Yule pada tahun 2001 M, yang merupakan salah satu buku terkemuka dalam studi linguistik modern.
Pembimbingan Ilmiah dan Ujian Disertasi
Prof. Dr. Mahmoud Faraj Abdulhafiz membimbing puluhan disertasi ilmiah di Universitas Alexandria, Damanhur, Mansoura, Minya, dan Umm al-Qura, serta turut serta dalam ujian disertasi ilmiah yang berspesialisasi dalam tata bahasa, semantik, morfologi, bacaan Al-Qur’an, dan tafsir.
Bimbingan ilmiahnya mencakup berbagai topik, di antaranya “Kata-kata Waktu dalam Bahasa Arab”, “Kata-kata yang Mirip dalam Al-Qur’an”, “Isa bin ‘Umar al-Thaqafi sebagai Qari dan Ahli Tata Bahasa”, “Kesamaan Bunyi dalam Al-Qur’an”, dan “Perbedaan Pendapat Tata Bahasa dalam Bab Al-Tamyiz”.
Selain itu, beliau juga membimbing disertasi-disertasi tingkat lanjut di universitas-universitas di Arab Saudi dan Mesir, serta berperan dalam meluluskan sejumlah besar peneliti yang kemudian melanjutkan karier akademis dan penelitian di bidang bahasa Arab dan ilmu Al-Qur’an.
Penilaian Ilmiah dan Konferensi Internasional
Almarhum juga turut serta dalam penilaian penelitian untuk kenaikan pangkat akademik di Mesir, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Yordania, serta bertugas mengevaluasi penelitian khusus untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah bereputasi yang diterbitkan oleh sejumlah universitas Arab.
Kegiatan peninjauannya mencakup penelitian di bidang tata bahasa, semantik, retorika, linguistik, dan komunikasi linguistik, serta peninjauan karya ilmiah para asisten profesor yang mengajukan permohonan kenaikan pangkat ke jenjang akademis yang lebih tinggi.
Ia juga berpartisipasi dalam konferensi internasional khusus, di antaranya konferensi “Ilmu Bahasa Arab antara Prestasi Akademik dan Pengembangan Keterampilan” di Universitas Umm al-Qura, konferensi “Pertanyaan-pertanyaan Retorika dan Studi Interdisipliner” di Universitas Menoufia, serta konferensi “Fiqh Minoritas Islam” di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud.
Keterlibatan dalam Masyarakat dan Kegiatan Budaya
Perjalanan karier Dr. Mahmoud Faraj Abdulhafiz tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga meluas ke kegiatan budaya dan kemasyarakatan, di mana beliau memberikan ceramah umum mengenai sejarah bacaan Al-Qur’an, bahasa Arab, kesehatan, lingkungan, dan kepribadian Islam.
Ia juga turut serta dalam penyelenggaraan lomba Al-Qur’an di Indonesia, serta berkontribusi dalam pengawasan penyusunan Ensiklopedia Tokoh-Tokoh Al-Bahira, di samping partisipasinya dalam seminar, konferensi budaya, dan wawancara media mengenai bahasa Arab dan perkembangan kaligrafi Arab.
Ia juga berpartisipasi dalam program pengembangan universitas dan peningkatan mutu di Universitas Umm al-Qura, serta berkontribusi dalam program pembelajaran daring dan evaluasi akademik, selain ikut serta dalam seminar Hari Bahasa Arab Sedunia di Kota Damanhur pada tahun 2015 dengan makalah berjudul “Bahasa Arab: Keabadian dan Peradaban”.
Warisan Ilmiah yang Abadi
Prof. Dr. Mahmoud Faraj Abdulhafiz telah berpulang setelah meninggalkan warisan ilmiah yang luas, yang memadukan keaslian linguistik dengan keterbukaan terhadap studi modern, serta ilmu bahasa Arab, qiraat, linguistik, dan fonetik.
Namanya tetap dikenang di berbagai universitas Arab sebagai salah satu pakar terkemuka dalam ilmu bahasa Arab dan bacaan Al-Qur’an, setelah ia mengabdikan puluhan tahun untuk melayani dan mengajarkan bahasa Arab serta meneliti isu-isu ilmiahnya yang mendalam, serta meluluskan generasi peneliti yang meneruskan proyek ilmiahnya ke berbagai lembaga akademis di dalam dan luar dunia Arab.
Diterjemahkan dari artikel diterbitkan secara online: https://old.egyptwindow.net/article/4901486/
Tanggal Terbit: Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 22.00


